Aku sadar selama aku hidup aku belum bisa memaksimalkan waktu yang kuhabiskan selama sembilan belas tahun. Aku baru mengerti dan disadarkan karena peristiwa dan kejadian yang aku alami baru-baru ini, kemarin aku diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dan ngobrol dengan orang asing. Menurutku ini hal yang seharusnya mudah dilakukan oleh manusia, karena manusia sesungguhnya makhluk sosial dan ngobrol seharusnya adalah suatu hal yang naluria karena setiap orang pasti membutuhkan komunikasi langsung dengan sesama. Tapi aku sadar betapa kesulitannya aku saat kemarin memulai obrolan langsung dengan orang yang baru.
Bagaimana ini bisa terjadi kepadaku, aku sadar bahwa selama ini aku terlalu fokus dengan teman daringku. Betapa asiknya diriku saat setiap hari berinteraksi dengan mereka sampai aku tidak sadar kehidupan nyata ku, hampir setiap hari, setiap jam, setiap menit aku mengecek hp ku untuk menunggu balasan dari temanku. Aku sangat asik bertelepon, bermain game, atau sekedar mengirim pesan dengan mereka tanpa sadar hampir separuh dari hariku beraktifitas dengan hp. Aku juga suka berkenalan teman asingku dari berbagai negara entah kenalan dari game ataupun sosial media, dari berbagai usia aku selalu nyambung untuk ngobrol dengan mereka.
Sedangkan kemarin saat aku ngobrol serta berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar sangat sulit sekali, padahal hanya memulai obrolan atau sekedar mengetahui namanya, dulu aku aku mengira aku sangat sulit memulai obrolan dengan orang baru tapi sebenarnya hanyalah aku yang kurang bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan, dan juga aku dikelas terlalu asik dengan diriku sendiri.
Sekarang aku sadar waktu untuk diri sendiri memang penting tapi kita harus bisa peka dan peduli dengan lingkungan sekitar. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Kita harus bisa lebih peduli sesama. Kalau dipikirkan lagi apa mungkin manusia bisa selamanya hidup sendiri atau apakah memang teman daringmu itu benar-benar nyata dan memang baik, aku mencoba tidak larut dengan imajinasi atau harapan-harapan dengan orang yang tidak nyata dihidupku sekarang aku mencoba lebih peduli dan peka dengan orang-orang disekitarku, dan mereka yang telah aku abaikan selama ini. Bagaimana bisa selama ini aku merasa kesepian padahal orang-orang disekitarku sangat peduli denganku, hanya aku saja yang terlalu sibuk dengan dunia fanaku. Memang benar jika kita tidak bisa menggunakan teknologi dengan bijak maka akan menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Memang teknologi juga sangat membantu kehidupan manusia, tapi tetap harus seimbang dengan hakikat sesungguhnya manusia
0 komentar:
Posting Komentar