Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2019

Cantik

Apasih definisi cantik sebenarnya? jika aku mencari di kamus cantik adalah elok, molek ( tentang wajah, muka perempuan). Tapi apakah hanya sekedar tentang suatu yang terlihat sesuatu tentang materi? Lalu jika artinya hanya seperti itu kenapa banyak orang bilang cantik itu relatif bahkan standar kecantikan setiap negara atau daerah berbeda. Banyak perempuan rela melakukan segala cara untuk bisa disebuut cantik. Kenapa harus cantik apasih keuntungan menjadi cantik jika dengan menjadi cantik para perempuan rela membiarkan kulitnya susah bernafas tertutup foundation untuk meratakan tekstur kulit, membiarkan matanya bekerja lebih keras karena beratnya bulu mata, atau membuat kesulitan makan karena takut lipstik yang belepotan. Saya tidak menyalahkan perempuan yang berdandan untuk terlihat cantik tapi alangkah baiknya semoga mereka berdandan untuk memang kepuasan diri sendiri, bukan untuk memenuhi definisi cantik yang kebanyakan orang bilang. Karena setebal apapun make up mu jika kamu tidak percayan diri dengan dirimu maka kamu akan merasa insecure dengan diri sendiri dan merasa selalu kurang cantik karena menurutku cantik itu mindset yang kamu tanam pada dirimu sendiri, jika kamu percaya kamu cantik pasti kamu akan bahagia dan aura positif keluar dari dirimu dan membuat wajahmu menjadi berseri dan dapat membawa kebahagiaan.

Cantik merupakan suatu label yang seperti pisau bermata dua, dengan kecantikan kamu bisa menggunakan kecantikan itu untuk mudah mendapat teman dan lebih dihargai, karena tidak bisa dipungkiri manusia untuk pertama bertemu melihat fisik terlebih dulu baru melihat kepribadian karena yang paling terlihat adalah hal materi. Namun disisi lain kamu juga kesulitan mencari yang benar-benar peduli dengan kepribadianmu karena mereka meliahatmu tertutupi oleh kecantikan.

Untuk apa label cantik jika itu hanya menyiksa para perempuan seperti di Korea banyak perempuan disana rela operasi plastik untuk menjadi cantik sesuai kriterian yang banyak diakui orang korean, para perempuan Jepang yang rela menambah giginya yang normal denagan gigi gingsul, atau leher panjag suku Kayan dengan menambah gelang besi di leher para perempuan sejak masih bayi. Ayolah para perempuan termasuk aku yang  masih belajar mari kita mencoba menjadi diri sendiri yang bahagia denagn fisik kita saat ini mari kita para perempuan berkerja sama menjadi perempuan  yang produktif dan membahagiakan diri sendiri tanpa perduli bagaimana masyarakat mendoktrin kita yang hanya membuat kita insecure.
Share:

Bintang

Malam ini berbeda dari malam-malam kemarin karena bintang tak nampak biasanya bintang banyak dan sangat indah menghiasi langit malam yang gelap. Aku rasa mungkin bintang malam ini tertutup oleh gelapnya awan mendung karena sejak sore tadi disini sudah diguyur hujan, walaupun tanpa adanya bintang malam inin terasa sangat sejuk karena hujan, udara dingin membuat nyaman untuk berdiam diri di kamar untuk tidak melakukan aktivitas apapun.

Aku selalu senang ketika banyak bintang di langit menemani bulan yang sendirian, walau cahanya pun kalah terang dengan sang rembulan. Bintang sangat banyak di langit namun juga terkadang tidak ada bintang sama sekali, bintang walaupun kita lihat hanya memiliki setitik cahaya tapi ia rela saling berbagi tempat untuk menunjukkan sinarnya dengan banyaknya bintang yang lain.

Bintang juga memiliki berbagai bentuk yang bisa di sebut dengan rasi bintang, rasi bintang berkaitan dengan zodiak. Zodiak bisa dihubungkan dengan kehidupan manusia berkaitan dengan nasib, jodoh, karier atau keberuntungan. Dengan acuan zodiak kita bisa membuat ramalan tentang seseorang yang memiliki zodiak tertentu, percaya atau tidak suatu bentuk bintang atau rasi berkorelasi pada keadaan alam semesta yang memepengaruhi suatu kehidupan manusia.

Bintang merupakan matahari karena memancarkan sinarnya sendiri berbeda dengan rembulan yang hanya memantulkan cahaya dari matahari, meskipun kecil bintang mandiri karena memancarkan cahayanya sendiri ini mengajarkan kita bahwa sekecil apapun kemampuan kita kita harus bangga karena itu memang apa yang kita miliki sendiri, seperti bintang dilangit walaupun sinarnya tidak sama ada yang redup, bahkan terang benderang tapi mereka tetap setia menghiasi langit malam dan menemani sang rembukan walau terkadang kehadirannya tertutupi oleh gelapnya awan mendung di langit.

Aku selalu senang memandang langit yang bertaburan bintang kadang aku mengajak orang yang sedang berada jauh dari ku untuk bersama melihat langit walau di tempat yang berbeda tapi setidaknya kita masih melihat langit dan bintang yang sama di gelapnya malam. Jika kita melihat bintang itu sama seperti kita melihat masa lalu karena jaraknya yang sangat jauh dengan bumi, bintang yang kita lihat merupakan masa lalu dengan melihat bintang kita dapat melihat masa lalu. Bintang selalu sabar dan terima walaupun jatuhnya ditunggu-tunggu dan membuat orang bahagia karena katanya ketika berdoa saat bintang jatuh itu dapat terkabul.
Share:

Minggu, 03 November 2019

Cinta Kasih

Cinta kasih tidak bisa terlepas dari kehidupan setiap manusia. Cinta kasih merupakan perasaan yang dimiliki setiap makhluk rasa ini timbul ketika manusia memiliki rasa memiliki dan menyayangi makna cinta kasih ini luas yaitu manusia dengan sesuatu, bisa manusia dengan manusia, manusia dengan alam, atau pun manusia dengan Tuhan. seperti pada novel Tabula Rasa, apa sebenarnya makna cinta kasih itu. Cinta Kasih, ternyata, tidak mungkin lepas dari persoalan tempat dan waktu; makin kompleks realitas kehidupan, makin komplek pula cinta kasih, dan kalau perkembangan zaman menuntut kehidupan orang-orang modern menjadi kososng dan tidak bermakna, maka cinta kasih manusia modern pun menjadi kosong tidak bermakna.

Setiap orang tidak bisa memilih untuk siapa hatinya dan dengan siapa menuangkan cinta kasih. dengan cinta kasih semua batasan dihancurkan. Namun untuk dapat bersama dan bahagia dengan orang yang kita kasihi kadang perlu jalan yang sulit. Beruntunglah untuk orang yang dapat saling mengasihi dengan orang yang mereka cintai, kadang Tuhan menciptakan rasa cinta kasih pada manusia namun tidak untuk saling membahagiakan. Setiap keluarga pasti saling memiliki cinta kasih yang tulus namun karena ego, pada akhirnya saling menyakiti, atau kadang ada pasangan yang saling mencintai dan mengasihi tidak bisa bersama karena batas-batas ideologo, ras, kultur, bahkan gender. Atau terkadang malah kita mencintai dan mengasihi dengan orang yang tidak bisa mencintai dan mengasihimu kembali. Memang rumit namun karena murninya cinta kasih hal tersebut bukanlah apa-apa, karena pada dasarnya cinta kasih adalah hal benar-benar tulus, tidak hanya dapat dirasa dengan panca indra, melewati batas-batas akal manusia, entahlah Tuhan sangatlah unik dalam menciptakan rasa ini.

Cinta kasih tidak hanya sebatas nafsu, terkadang aku melihat orang dengan nafsunya mengatasnamakan cinta kasih. Jika hanya sebatas nafsu maka esensi dari cinta kasih ini telah rusak. Namun pada kenyataannya kadang sesuatu yang benar-benar tulus tertutupi dengan apa yang dilihat dan dirasa, atau sekedar yang di jangkau akal manusia. Memang miris, contohnya banyak orang bilang menikah karena atas nama cinta tapi pada kenyataannya akhirnya bercerai, itu bukanlah cinta kasih. Itu hanya sekedar omongan belaka, karena tidak cukup untuk sekedar diucapkan kadang. Sulit memang tapi bukan tidak mungkin hal tersebut memang nyata adanya.
Share:

Rabu, 16 Oktober 2019

Perempuan di Titik Nol


Firdaus Pada Era Sekarang

Aku telah selesai membaca Novel karya Nawal El Sadaawi, Perempuan di Titik Nol. Novel ini mengisahkan sisi gelap yang dihadapi perempuan-perempuan Mesir di tengah kebudayaan Arab yang kental dengan nilai-nilai patriarki. Dimana kedudukan perempuan ditempatkan dibawah laki-laki, ketika perempuan disini masih mengalami ketimpangan dan tidak bisa mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki. Didalam novel ini diceritakan kehidupan seorang perempuan yang sedari kecil mengalami kehidupan yang keras dan penuh penderitaan dan penderitaan tersebut berasal dari kaum laki-laki, diceritakan perempuan korban dari budaya patriarki menempatkan mereka dalam konflik, dimana mereka tidak mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki, tidak mendapat kebebasan dalam berpolitik, dan juga ketika dalam pernikahan yang menempatkan perempuan dalam kungkungan hierarki suami. Yang menjadikan mereka objek dari kekerasan, tidak bisa bergerak bebas, dan tidak memiliki kesempatan untuk mengatur hidupnya sendiri. Sejak kecil Firdaus telah merasakan ketidak adilan ini, dia melihat dimana ayahnya diperlakukan sebagai seorang raja dirumahnya dan ibunya selalu tunduk atas apa perintah suaminya itu, bahkan masih menghukum ibunya ketika melakukan kesalahan. Dan pada suatu ketika keadaan memaksanya untuk menjadi pelacur, namun disini ia menemukan suatu hal yang berbeda dia merasa lebih berharga dimana setiap orang yang menginginkannya harus rela membayar, bahkan seorang presiden atau raja pun rela memberikan segalanya untuk Firdaus sampai dia berada pada puncak yaitu menjadi pelacur kelas atas dia merasakan dimana menjadi wanita yang dihargai, memiliki apapun yang dia mau. Hidupnya jika dilihat dari materi tidak ada bedanya dengan para kaum wanita-wanita bangsawan atau pun para istri pejabat

Menyoroti dari novel ini, lalu bagaimana yang terjadi pada era sekarang? Masih adakah Firdaus-Firdaus lagi. Dan  bagaimana bentuk patriarki yang terjadi di Indonesia?. Sebenarnya budaya Patriarki telah sejak lama terjadi di Indonesia, bisa dilihat dari sistem hierarki kerajaan pada zaman dahulu, seperti yang telah di perjuangkan Ibu Kartini atas keresahannya dengan situasi lingkungan kerajaan yang terjadi di keluarganya. Bentuk patriarki kerajaan zaman dulu yaitu beranggapan bahwa tugas perempuan hanyalah macak, manak, masak yang artinya tugas mereka hanyalah mengurusi urusan rumah tangga saja. Dulu sebelum ada emansipasi wanita, perempuan tidak boleh bersekolah tinggi-tinggi,tidak mempunyai hak politik, dipaksa menikah muda dengan laki-laki yang sudah dipilihkan orangtua nya dan harus mau tidak boleh menolak. Lalu pada penjajahan Jepang adanya Jugun Ianfu dimana pada saat itu penjajah Jepang tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam dan tenaga melainkan perempuan pun menjadi korban.

Lalu bagaimana Firdaus di zaman sekarang, apakah masih ada Firdaus. Sekarang pun masih saya jumpahi, dimana soal berpakain dari perempuan sering disalahkan atas apa yang menimpanya seperti kekerasan seksual disebabkan oleh berpakaian atau dalam dunia pekerjaan masih sering kali kemampuan perempuan diremehkan dari laki-laki. Padahal untuk kasus kekerasan seksual perempuan adalah korban dari kemesuman laki-laki tapi masih di tambahi lagi dengan menyalahkan pakaian yang dipakai. Lalu apa yang dilakukan laki-laki sebenarnya. Apakah perempuan akan tetap seperti ini. Kejadiannya memang mirip dengan Firdaus tapi, Firdaus menanang oleh keadaan. Sedangkan sekarang bagaimana nasib para wanita sekarang. Mereka cenderung pasrah dengan keadaan yang ada apabila mereka tidak cukup memiliki bekal seperti sekolah, ataupun skil untuk bekerja, kebanyakan lebih memilih diam dan menerima keadaan tanpa bisa memberontak.

Share:

Selasa, 03 September 2019

Waktu

          Waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung, itulah definisi waktu yang aku ketahui dari KBBI. Manusia sangat terikat oleh waktu, waktu terus berjalan setiap saat. Semua peristiwa terjadi berurutan waktu. Karena waktu ada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Masalalu adalah waktu yang sudah terlewat dan selalu mempunyai cerita untuk dikenang, cerita di dalamnya tergantung dari diri kita bagaimana cara mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin. Setiap detiknya bisa sangat berharga jika kita bisa memaknai waktu yang telah berjalan tersebut, namun akan terasa hampa jika kita tidak bisa memaknai dan menghargai setiap waktu yang kita habiskan. 

          Aku mengerti akan sangat berharganya setiap detik waktu yang telah aku lalui sekarang. Karena apa yang aku lakukan sekarang akan menentukan bagaimana aku dimasa depan, lantas kenapa kita suka mengabaikan setiap detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun waktu yang telah diberikan Tuhan untuk kita. Aku sendiri sadar telah banyak waktuku yang telah berlalu begitu saja.

         Kadang pernahkah kalian berpikir setiap waktu yang diberikan Tuhan untuk kita mempunyai tujuan dan makna tersendiri. Tapi aku merasa masih saja lalai dalam mempergunakan waktu, seringkali aku mempergunakan waktuku untuk hal yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Waktu dihidupku berlalu begitu saja tanpa pernah aku sadari tanpa pernah aku maknai setiap kejadian yang terjadi dihidupku, sampai kadang aku merasa hidup bosan dan begini-begini saja. Padahal jika aku memikirkannya sekali lagi aku lah sebenarnya yang tidak bisa menggunakan waktuku sebaik mungkin dan tidak pernah bisa mencari arti sesungguhnya segala kejadian yang telah terjadi dihidupku.

          Pernahkah kalian memikirkan berapa banyak waktu yang telah kita buang sia-sia, yang seharusnya bisa kita gunakan untuk hal yang bermanfaat. Jika kita sekarang menjalani hidup begini-begini saja tanpa melakukan hal yang luar biasa atau melakukan kebiasaan-kebiasaan yang berguna maka jangan harap masa depan akan bersikap baik dengan hidup kita. Karena setiap detik hal yang kita lakukan sekarang akan menentukan masa depan kita kelak, bayangkan jika kita selalu mempergun akan waktu dengan sebaik mungkin pasti dimasa depan tidak akan terjadi penyesalan dari dalam diri kita atas apa yang kita dapatkan dimasa depan, tapi sebaliknya jika kita gemar membuanng-buang waktu maka pasti nanti akan ada kalimat-kalimat penyesalan yang terlontar dari diri kita contohnya "Kenapa aku dulu tidak melakukan hal ini?" atau "Kenapa aku dulu suka malas-malasan?". Karena jika kita selalu melakukan hal sepenuh hati dan dengan usaha yang maksimal maka apapun hasilnya tidak ada penyesalan yang terjadi karena hasil tidak akan menghianati usaha.

          Aku sekarang masih bbelajar agar tetap selalu mempergunakan waktuku dengan hal-hal yang berguna bagi diriku sendiri maupun orang lain. Aku tidak mau kelak ada penyesalan dari diriku dimasa depanku nanti. Aku ingin menyambut masa depan dengan rasa bangga dengan apa yang telah diriku lakukan. Maka resapi dan pahami setiap waktu yang telah kita lewati. Setiap hal memiliki cerita untuk dikenang, semua tergantung dari diri kita sendiri bagaimana cara menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup ini. 

          Jika kita mengerti maka nanti jika kita melihat masa lalu maka kita bisa merasa bersyukur atas semua kejadian yang telah terjadi, entah itu peristiwa yang membuat tersenyum atau pun membuat kita meneteskan air mata karena sedih atau pun terharu. Mengingat setiap saat kita menghabiskan waktu dengan siapa saja. Seseorang yang membuat kita lebih baik atau pun seseorang yang telah memberikan kita pelajaran yang berharga, membuat kita mengerti bagaimana kompleksnya manusia. Maka hargailah setiap waktumu yang masih ada, kita tidak mengerti kapan nikmat waktu yang kita miliki tersebut diambil dari kita.
Share:

Senin, 02 September 2019

Play Victim


‘’Kenapa kok aku?’’. ‘’Kenapa ini semua harus terjadi padaku?’’. Kadang kata-kata itu sering kita dengar dari diri sendiri atau orang lain disekitar kita. Kenapa kata-kata itu harus keluar? Apa sih sebenarnya alasannya? Kita tidak sadar seringkali mengatakan hal seperti itu, padahal kalo kita mendengarkan itu dari teman atau orang sekitar pasti agak jengkel rasanya, terus berpikir mereka play victim tapi sadarkah kita bahwa kadang diri kita sendiri yang merasa play victim. Sebenarnya apa sih play victim itu? Yaitu merasa menjadi korban atau pihak yang paling tersakiti dan mencoba mencari simpati. Sebenernya tanpa sadar kita sering melakukan play victim setiap hari, contohnya ketika mendapat kesulitan dalam hidup seringkali kita merasa bahwa kesulitan itu hanya kita yang rasakan dan menyebabkan timbulnya rasa mengeluh yang biasanya orang jawa bilang sambat. Selain membuat diri mengeluh perasaan ini juga menyebabkan timbulnya rasa kurang bersyukur karena selalu merasa paling kurang diantara yang lain.

Karena merasa korban kamu juga akan merasa paling tersakiti dan juga menyalahkan orang lain atas kejadian yang menimpamu selain itu menjadikan dirimu susah minta maaf dan haus akan maaf dari orang lain. Padahal pemikiran tersebut kurang benar untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari seharusnya jika ada suatu hal yang tidak mengenakkan, pertama yang harus kamu lakukan yaitu intropeksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Kita harus benar-benar tahu apa yang salah dari diri kita sehingga hal yang tidak enak menimpa kita. Kita harus lebih mengenal diri kita sendiri dengan baik agar tidak mudah menyalakan orang lain atas hal yang sebenarnya inti permasalahan berada pada diri kita sendiri.

Sebenarnya apa sih yang harus dilakukan agar dapat menghindari sifat diatas. Pertama kita harus benar-benar mengerti diri kita sendiri, kebutuhan apa yang perlu, dan juga hal negatif apa yang harus disingkirkan dari diri kita. Selanjutnya harus bisa menerima kenyataan apa yang terjadi dan percaya pada apapun yang terjadi pada diri kita memang semestinya terjadi kita tidak bisa merubah masa lalu tapi setidaknya kita dapat memperbaiki dan mencoba belajar dari kesalahan. Kita juga harus sadar bahwa permasalahan yang terjadi di dunia nyata ini sangat kompleks, dan tidak hanya kita yang merasakan kesulitan. Kita harus bisa melihat secara luas kenyataan yang terjadi banyak orang yang lebuh kurang beruntung, jika kita sadar akan itu pasti kita dapat lebih bersyukur dan terhindar dari sifat play victim.

Share:

Kamis, 29 Agustus 2019

Bodoh

Entahlah aku tidak mengerti bagaimana hariku. Semua adalah asing, aku sendiri disini tidak baik-baik saja. Aku kesal, sebenarnya aku juga tidak pantas kesal. Aku ingin sedikit cerita, Apakah menjadi pintar itu sesuatu yang memalukan? Apakah dengan memiliki kemampuan yang lebih dari rata-rata itu adalah hanya sebuah keberuntungan?. Aku tidak mengerti jalan pikiran salah satu temanku, sebelumnya mungkin aku yang kurang memahami dia. Tapi entahlah aku tidak mengerti jalan pikirannya, kenapa dia selalu kesal ketika dianggap cerdas? kenapa dia selalu menganggap dirinya paling bodoh, padahal kenyataannya dia yang selalu juara, aku tidak mengerti definisi bodoh yang dia pahami seperti apa? Aku juga tidak mengerti bagaimana menghadapi kekesalanku dengan dia. 

Kenapa sih padahal kalau dari perspektif aku dia yang paling pintar tapi dia merasa paling bodoh? Bodoh definisi yang seperti bagaimana maksudnya itu? memang ayahku pernah bilang kalu orang cerdas itu selalu merasa kurang dan merasa bodoh karena setiap ilmu yang dipelajari selalu saja ada ilmu-ilmu baru didalamnya, katanya ayahku karena itulah orang cerdas selalu ingin belajar dan belajar. Tapi dia selalu bilang bodoh kalau ditanya? diajak diskusi masalah tujuan selalu bilang hoki. Sebenernya dia bodoh atau alibi untuk hal lain?

Aku selalu memandang hidup ini adalah perjuangan, siapa yang berjuang lebih keras serta lebih mengerti apa esensi dari hidup ini sesunggunya ialah yang menang, menurutku hoki adalah keberuntungan atau bonus dari Tuhan, kenapa aku bilang bonus karena tidak selalu kita bisa mendapatkan kehokian  dalam hidup seperti bonus mana mungkin dapat setiap hari. Usaha tidak hanya yang terlihat karena usaha banyak bentuknya seperti berbakti kepada orantua itu kan juga bagian dari usaha dalam hidup, tapi kadang sering tidak terlihat dan disepelekan. Kadang apa-apa yang kau kira hoki tapi sebenarnya itu adalah hasil dari do'a dan usahamu yang dulu lama mungkin diberikan pada waktu yang tepat dan sekarang baru merasakan tapi kamu tidak sadar, karena sebenarnya seberapapun usahamu pasti ada hasilnya.

Lantas untuk apa sih belaga menjadi bodoh padahal mengerti. Karena ini aku merasa belaga bodohmu hanya untuk membodoh-bodohi orang yang kurang mengerti darimu, contohnya aku betapa aku merasa dibodohi dia contohnya ketika saat ngobrol sebenarnya kamu sudah mengerti tapi selalu merasa tidak tahu apa-apa dengan polosnya aku menjelaskannya ke dia dan caraku yang seperti mengajarkan dan terkesan omonganku lewat saja. Aku ngetik seperti ini juga karena kesal merasa dibodohi selama ini.

Karena seperti merendah untuk meroket. Seperti ada orang yang bilang "aduh aku gak bisa selama ini kuliah" tapi kenyataannya ip 4 terus maksudnya apa sih sebenarnya? Kenapa sih ga jujur saja, ya bukan niat sombong semisal kalau memang bisa kenapa tidak menjawab bisa.
Share:

Rabu, 28 Agustus 2019

Perjalanan Dua Hari Penuh Makna


Saat hari mulai senja pada 24 Agustus 2019 kulangkahkan kaki ku menuju jalan raya yang mulai sepi kendaraan karena orang-orang mengurangi aktifitas dan akan  bergegas pergi ke masjid. Saat itu aku mengikuti pra Diklat UKM Lembaga Pers Mahasiswa SM (Spirit Mahasiswa). Bersama 14 temanku, kami melangkah bersama menyusuri jalan Raya Telang untuk menjemput kendaraan yang akan membawa kami ke Pelabuhan Kamal, saat diperjalanan kami semua bertanya-tanya kemana tujuan kita nanti. Yang katanya jalan-jalan, Sebenarnya akan jalan-jalan kemana kita.
Sesampai di perempatan Jalan kulihat mobil bemo yang sudah menunggu, kami cepat-cepat menaiki kendaraan tersebut karena kami berlima belas maka kami berdesak-desakan di dalam mobil, di dalam mobil sesekali kami bersendau gurau tak peduli terasa sesak karena berdesakan, kami masih tertawa riuh di dalam mobil. Bagi sebagian mungkin ini kali pertama yang sangat seru. Hari sudah mulai gelap kulihat semburat jingga senja di sebelah kanan jalan menuju pelabuhan dan suara adzan maghrib mengiringi perjalanan kami, sungguh indah dan tenang sekali.
Mobil berhenti di pelabuhan kami cepat-cepat membeli tiket untuk naik kapal, oh ya tadi sebelum berangkat kami diberi uang lima puluh ribu per anak dan dijadikan satu dan bagaimana caranya kita harus bisa bertahan hidup dengang uang tersebut. Aku sebagai bendahara, sebenarnya aku kurang bisa manajemen uang tapi bagaimana lagi. Salah satu temanku bernama Taki diutus untuk membeli dan menawar tiket kapal karena dia asli Madura, ya kami berharap diberi harga yang lebih murah hehe, akhirnya kami dapat harga empat ribu per anak lumayan daripada harga normal lima ribu.


Beberapa temanku yang berada di kapal
Dikapal kami mencari tempat duduk masing-masing sebagian teman cowok ada yang duduk di lantai kapal, suara sirine kapal berbunyi menandakan kapal akan berlayar. Angin yang berhembus sangat kencang seperti memanggil rasa kantuk kami, sebagian temanku ada yang tertidur, ada juga yang sedang bercengkrama dengan teman sebelahnya. Aku sibuk memotret temanku yang sedang tertidur karena menurutku lucu. Aku sangat menikmati saat di kapal, angin yang sepoi-sepoi ditemani teman-temanku mungkin ini kali pertamaku melakukan perjalanan mandiri seperti ini, seru sekali.
Saat adzan isya’ berkumandang kapal mulai berlabuh ke dermaga menandakan perjalanan sesungguhnya akan dimulai. Disana kami diberi penugasan dan dibagi kelompok, penugasannya yakni nanti kita akan d suruh wawancara beberapa orang di Tunjungan Plaza, tempat perbelanjaan yang lumayan bagus dan berisi oleh para pengunjung elit-elit kelihatannya. Aku berkelompok bersama Juan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dengan naik bemo, seperti biasa temanku yang bernama Taki yang di utus untuk menawar dan membayar kendaraan, kami menaiki bemo menuju Tunjungan Plaza. Kami banyak bercanda di dalam mobil sudah tidak perduli tentang bau badan dan keringat yang bercucuran, yang aku pikirkan hari itu hanya perjalanannya aku sangat menikmati. Mobil berjalan minggir ke trotoar  Kami satu persatu turun dari mobil, aku berjalan bersama temanku Juan kami sempat mengobrol tentang apa yang harus kita lakukan nanti, topik apa yang akan kita bahas, jujur kami sama-sama bingung aku jarang pergi keluar dan berinteraksi dengan orang asing, Juan pun begitu . Kami semua berjalan bersama menuju TP melewati trotoar jalan menyebrangi jembatan penyebrang jalan, mengikuti mbak Irma dan mas Surya. Setelah menyebrangi jalan, lalu kami bersama kelompok masing-masing mulai measuki Tunjungan Plaza. Aku dan Juan mulai memasuki gedung aku melihat didalam TP sedang ramai pengunjung, mungkin karena hari sabtu malam minggu, aku melihat ada orang-orang yang sekedar jalan-jalan bersama pacar, belanja bersama teman, pergi bersama keluarga, dan ada pula yang sendirian. Mereka sama-sama sibuk dngan dunianya masing-masing, sibuk dngan kelompoknya sendiri. Aku dan Juan mulai memasuki food court di dalamnyalebih ramai daripada tempat yang lainnya, kulihat harga makanannya rata-rata diatas dua puluh ribu, mungkin jika kita ingin makan disitu harus menyiapkan uang diatas lima pulu ribu untuk satu orang. Untuk satu porsi nasi goreng sekitar tiga puluh ribuan sedangkan jika kita bandingkan dengan harga di pedagang pinggir jalan, mungkin sepuluh ribu sampai lima belas ribu sudah dapat. Tapi kenapa kebanyakan orang lebih memilih beli di mall-mall besar, miris memang tapi bagaimana lagi kadang mungkin ada orang yang mempunyai pemikiran bahwa makan ditempat elit dapat menempatkan status social lebih tinggi, padahal kenyataannya hidupnya tetap gitu-gitu aja.
Aku dan Juan mulai mencari target untuk bisa kita ajak ngobrol, pertama yang kami lihat yaitu satpam, awal obrolan kita mencoba menanyainya tentang dimana letak tempat ini itu, tapi tidak semudah yang dibayangkan mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya, dilihat dari wajahnya terlihat ketidaknyamanan saat kita wawancarai. Sebenarnya wawancara dengan satpam kemarin kurang maksimal, entahla mungkin aku dan Juan tidak bisa memulai dan mencari topic obrolan yang tepat. Bahkan mungkin karena kami gugup dan Pak Satpam menganggap kami aneh sempat pas kita jalan-jalan kami diikuti dan itu membuat kami tidak nyaman, kami merasa bahwa seseorang cenderung melihat penampilan, contohnya Satpam tersebut padahal niat kita hanya ingin bertanya kenapa responnya se curiga itu dengan kami. Apa karena penampilanku dan Juan yang kumal karena belum mandi seharian, bisa dibandingkan dengan orang-orang yang berpakaian rapi pasti mereka bisa lebih ramah dan menghargai. Selanjutnya aku sempat ngobrol dengan satu pengunjung pertama pengunjung mungkin umurnya antara dua puluhan tahun aku yang ngajak ngobrol kami hanya ngobrol basa basi saja karena memang aku bingung mau ngomong apa, Juan pun begitu. Selanjutnya kami berhasil ngobrol dengan satu pengunjung, satu pemilik kios, kios tersebut lumayan sepi mereka menjual aroma terapi untuk kesehatan. Penjualnya sangat senang ketika kami mulai bertanya-tanya tentang produk mereka karena sebelumnya kulihat tidak ada satupun orang yang menghampiri kios tersebut. Mereka bercerita tentang produknya dan mengklaim kalau produknya alami dan bagus harganya sekitar seratus lima puluh sampai dua ratus ribu rupiah, harga yang lumayan untuk kantong pelajar seperti kami. Setelah mengetahui arganya kami pun pamit undur diri kepada mbak penjual dan jujur bilang bahwa kami sedang tidak bawa uang cukup untuk membelinya, dan satu tukang bersih-bersih, tapi ya begitulah kami belum berhasil maksimal memperoleh info dan cerita menarik dari mereka. Memang sangat disesali tapi tempat dan kondisi tidak mendukung, contohnya saat wawancara petugas pembersih, mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya dan mereka merasa takut untuk meninggalkan pekerjaannya sebentar untuk sekedar menjawab pertanyaan kami. Lalu untuk pengunjung cenderung menghindar ketika diajukan pertanyaan.
Jam sembilan lewat kami kembali berkumpul lagi, kami melanjutkan perjalanan dengan naik bemo menuju lokasi selanjutnya yaitu Taman Bungkul, kami sempat berkumpul bersama berdiskusi tentang penugasan selanjutnya, kami diberi tugas untuk mewawancarai tiga komunitas, dua pengunjung, dan dua pembeli. Aku berkelompok dengan Talitha, kami diberi waktu sekitar satu jam untuk wawancara.
Aku dan Talitha mulai menyusuri taman mencari target, pertama kami berkesempatan mewawancarai sepasang suami istri penjual kaki lima mereka berjualan makanan dan minuman ringan saat diwawancarai mereka sangat hangat menjawab pertanyaan kami. Mereka bercerita bahwa mereka sekitar 3 tahun berjualan makanan dan minuman di Taman Bungkul sebelumnya mereka berdua berjualan kaos persebaya karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena anak-anaknya masih kecil, mereka sekarang berjualan makanan dan minuman hanya untuk mengisi waktu luang karena memang kebiasaan jadi tudak nyaman kalau hanya minta uang ke anak. untuk berjualan di Taman Bungkul mereka bercerita kalau pembeli disini tidak pasti dan kadang ramai kadang sepi, tapi kata mereka masih cukup untuk kehidupan sehari-hari. Mereka juga bercerita kalau jam Sembilan satpol pp sudah mulai berdatangan untuk mengamankan para pedagang-pedagang yang masih membuka lapak di sekitar Taman, padahal mereka berjualan hanya di waktu sore. Memang perjuangan untuk mencari uang sangatlah berat bisa kami dengar dari cerita pedagang tadi.
Kemudian kami mewawancarai Komunitas yaitu Tuban Rantau Community, komunitas ini adalah tempat dimana berkumpulan para perantau dari Tuban yang berkumpul di Surabaya, mereka bersama-sama untuk kebersamaan dan juga kadang ada acara bakti sosial, karena mereka semua cowok cenderung tidak serius saat kita mencoba tanya-tanya yang lebih dalam. Saat diwawancarai mereka cenderung bercanda tidak serius, ya membuatku sedikit malu karena setiap ditanya mereka hanya tertawa, memang bukan masalah kalau hanya tertawa tapi tetap fokus dengan pertanyaan, tapi mereka tidak menjawab pertanyaan kami dengan baik dan juga sempat aku lihat salah satu anggota mereka merekam kami saat itu, apakah kami berdua aneh atau bagaimana, semisal kita ada yang salah kenapa tidak bilang langsung saja.


Saat istirahat dan bercengKrama di Taman Bungkul

Pas aku dan Talitha duduk karena capek di bangku taman kami dihampiri seorang perempuan yang memakai baju rapi membawa kertas dan membawa selebaran, perempuan tersebut menawari kami untuk donasi ke para penderita difabel, karena aku dan Talitha sedang tidak membawa uang aku berkata jujur dan  minta maaf karena belum bisa member sumbangan, tapi sebelum mbaknya pergi aku sempat mengajaknya ngobrol. Mbaknya bernama Fina aktif kuliah di Unair semester delapan bercerita kalau ini merupakan start up/platform bernama peduli.com buatan dia dan para teman-temannya di kampusnya untuk peduli difabel di area Surabaya. Kata mbaknya respon masyarakat ketika dimintai bantuan cukup baik rata-rata bersenang hati untuk dimintai bantuan. Jadi pada dasarnya setiap manusia memiliki hati yang baik, tapi kata mbak Fina juga masih ada yang menolak kata dia karena alasannya yang kurang bisa diterima oleh mereka yang ingin menyumbang, ada juga yang beralasan ga punya uang atau ketinggalan dompet. Intinya sebagai sesama manusia kita harus memiliki kesabaran untuk saling mengingatkan karena memang pada dasarnya semua manusia itu baik. 
Selanjutnya kita berkumpul untuk evaluasi apa saja yang tadi kita dapat dari wawancara beberapa narasumber di Taman Bungkul. Banyak cerita yang aku dapat dari teman-temanku dari kisah inspiratif sampai kisah sedih, kami semua berbagi cerita masing-masing yang didapat saat wawancara. selain itu kami juga dapat materi dari mas Iskak materi tentang analisis sosial. Tapi materi belum selesai kita terpaksa harus melanjutkan perjalanan lagi karena ada kendala dan hari sudah semakin larut malam.
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan bersama menuju Stasiun Kereta Api Wonokromo, menelusuri jalan di wonokromo, angin yang dingin dan jalan yang mulai sepi kurasakan.



Perjalanan menuju Stasiun Wonokromo

Akhirnya kami berhenti di tepi sungai, lalu mendapat penugasan selanjutnya penugasan kali ini memang agak berbeda dari sebelumnya kami tidak usah mewawancarai atau merekam obrolan kami tapi kami harus mengamati dan mendengarkan cerita yang sesungguhnya dari apa yang selama ini kita lihat, kami diajak ke Stasiun Kereta Api Wonokromo untuk melihat langsung kegiatan apa saja yang dilakukan disana pada dini hari. Aku berangkat sekelompok dengan Adjie. Saat kelompokku dipanggil aku mulai berangkat berdua dengan Adjie. Kami mulai berjalan menelusuri rel kereta api kulihat banyak laki-laki bergerombol dan juga wanita berpakaian seksi, sebenarnya kami kemarin tidak terlalu berinteraksi secara langsung dengan mereka namun hanya mengamati. Tapi aku sudah mengerti dari itu semua dan sadar dibalik sisi gelap seorang pelacur menyimpan kepedihan dibalik itu semua. Kami menelusuri tempat itu sampai hamper shubuh, setelah itu dilanjut kami diberi materi lagi banyak yang didapat banyak cerita dari teman-teman lain, kami bercerita sampai matahari mulai terbit.
Akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan naik bemo menuju Pasar Waru Sidoarjo. Disana kami sempat wawancara beberapa pedagang dan pembeli aku berkelompok dengan Lina.Cerita dari pedagang banyak yang sudah lama berjualan di situ dan mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Saat ditanya penjual sudah puas dengan apa yang didapat saat berjualan di pasar menurut mereka harga sudah relative stabil, dan untuk pembeli saat mereka ditanyai banyak yang tidak bersedia katanya lagi buru-buru ada yang bilang gak paham maksudnya tapi masih ada pembeli yang ramah dan mau di ajak wawancara.
Terakhir kami berangkat pulang menuju stasiun bis Bungur disana juga sempat wawancara sopir, kernet, pengamen dan juga pedagang asongan serta penumpang sedikit cerita yang aku dapat. Sopir tidak mau saat diwawancarai mereka melemparkan pertanyaan ke teman lainnya Setelah itu kami berangkat pulang. Dan melanjutkan perjalanan menuju Madura dengan naik bis lalu lalu kembali naik kapal sampai di Sekret sesudah Dhuhur.



Terima kasih untuk semua teman-temanku dan ilmu yang diberikan oleh senior di LPM SM


Share: