Senin, 02 September 2019

Play Victim


‘’Kenapa kok aku?’’. ‘’Kenapa ini semua harus terjadi padaku?’’. Kadang kata-kata itu sering kita dengar dari diri sendiri atau orang lain disekitar kita. Kenapa kata-kata itu harus keluar? Apa sih sebenarnya alasannya? Kita tidak sadar seringkali mengatakan hal seperti itu, padahal kalo kita mendengarkan itu dari teman atau orang sekitar pasti agak jengkel rasanya, terus berpikir mereka play victim tapi sadarkah kita bahwa kadang diri kita sendiri yang merasa play victim. Sebenarnya apa sih play victim itu? Yaitu merasa menjadi korban atau pihak yang paling tersakiti dan mencoba mencari simpati. Sebenernya tanpa sadar kita sering melakukan play victim setiap hari, contohnya ketika mendapat kesulitan dalam hidup seringkali kita merasa bahwa kesulitan itu hanya kita yang rasakan dan menyebabkan timbulnya rasa mengeluh yang biasanya orang jawa bilang sambat. Selain membuat diri mengeluh perasaan ini juga menyebabkan timbulnya rasa kurang bersyukur karena selalu merasa paling kurang diantara yang lain.

Karena merasa korban kamu juga akan merasa paling tersakiti dan juga menyalahkan orang lain atas kejadian yang menimpamu selain itu menjadikan dirimu susah minta maaf dan haus akan maaf dari orang lain. Padahal pemikiran tersebut kurang benar untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari seharusnya jika ada suatu hal yang tidak mengenakkan, pertama yang harus kamu lakukan yaitu intropeksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Kita harus benar-benar tahu apa yang salah dari diri kita sehingga hal yang tidak enak menimpa kita. Kita harus lebih mengenal diri kita sendiri dengan baik agar tidak mudah menyalakan orang lain atas hal yang sebenarnya inti permasalahan berada pada diri kita sendiri.

Sebenarnya apa sih yang harus dilakukan agar dapat menghindari sifat diatas. Pertama kita harus benar-benar mengerti diri kita sendiri, kebutuhan apa yang perlu, dan juga hal negatif apa yang harus disingkirkan dari diri kita. Selanjutnya harus bisa menerima kenyataan apa yang terjadi dan percaya pada apapun yang terjadi pada diri kita memang semestinya terjadi kita tidak bisa merubah masa lalu tapi setidaknya kita dapat memperbaiki dan mencoba belajar dari kesalahan. Kita juga harus sadar bahwa permasalahan yang terjadi di dunia nyata ini sangat kompleks, dan tidak hanya kita yang merasakan kesulitan. Kita harus bisa melihat secara luas kenyataan yang terjadi banyak orang yang lebuh kurang beruntung, jika kita sadar akan itu pasti kita dapat lebih bersyukur dan terhindar dari sifat play victim.

Share:

1 komentar: