Judul: A Man Called Ove
Penulis: Fredrik Backman
Halaman: 440
Penerbit: Noura Books
Cetakan: 1, 2016
ISBN: 978-602-385-0235
“Orang
dinilai dari yang mereka lakukan. Bukan dari yang mereka katakan.”- halaman
105
Laki-laki dingin tidak banyak bicara yang kehilangan ibunya
diwaktu kecil kemudian disusul dengan ayahnya yang meninggal tertabrak kereta
api, kehidupan laki-laki tersebut menjadi kosong karena orang yang disayangi
meninggalkannya, ia hanya ditinggali ayahnya rumah sepetak, mobil saab, dan
arloji.
Laki-laki tersebut adalah Ove, dia banyak belajar dengan
ayahnya yang selalu melakukan kebaikan dan tindakan yang menguntungkan banyak
orang. Ove adalah laki-laki yang telah kehilangan semuanya, bahkan rumahnya
terbakar karena digusur.
Ove menjadi laki-laki yang tidak punya tujuan, naik kereta
entah akan pergi kemana. Ketika Ove tertidur dalam kereta ia terbangun melihat
sosok wanita cantik yang bernama Sonja, ia langsung tersenyum kepada Ove dengan
senyum manisnya. Ketika harus bayar karcis Ove tidak memiliki uang, Sonja lalu
meminjami uang kepada Ove. Ove berjanji akan mengembalikan uang tersebut.
Setiap hari ia menunggu dan mencari Sonja di kereta namun
belum bertemu, hingga tiga bulan kemudian ia bertemu dengan Sonja di kereta. Ove
mengembalikan uang yang telah ia pinjam, lalu Sonja mengajak Ove untuk makan
malam. Mereka makan malam bersama, berakhir dengan ciuman mesra dari Sonja, dan
mereka berdua kemudian berkencan.
Ove banyak berusaha, ia telah menyelesaikan studinya untuk
menjadi insinyur. Lalu melamar Sonja, kemudian menikah. Semenjak kedatangan
Sonja hidup Ove yang tidak ada tujuan menjadi berwarna. Sonja mengisi hari-hari
Ove dengan kebahagiaan setiap harinya.
“Orang
mengatakan Ove melihat dunia dalam warna hitam putih. Namun, perempuan itu
berwarna-warni. Seluruh warna yang dimiliki Ove.” – halaman 62.
Ove begitu mencintai istrinya, kemudian mereka merencanakan
liburan ke Spanyol, liburan tersebut sangat bahagia namun harus berakhir dengan
kecelakaan pada saat pulang. Ove harus kehilangan calon anaknya bersama Sonja,
dan istrinya menjadi cacat permanen tidak dapat berjalan.
Sonja melanjutkan studinya untuk menjadi guru, namun setelah
lulus ia sulit memperoleh pekerjaan, karena cacat. Ove berusaha agar istrinya
menjadi guru dengan menulis surat untuk pemerintah, hingga akhirnya Sonja
menjadi guru. Ove membangun fasilitas sendiri untuk istrinya agar mudah dalam
menjalankan pekerjaannya.
Dimasa tuanya, Sonja meninggalkan Ove terlebih dahulu karena
sakit kanker. Kehidupan Ove menjadi tak terarah, tujuan hidupnya telah hilang. Sonja
merupakan warna Ove, ia harus kehilangan warnanya. Ove menjadi tua yang
menyebalkan, selalu bertengkar dengan tetangga, dan meledak-ledak ketika
melihat sesuatu yang tidak benar menurutnya.
Semua orang membenci Ove, namun tidak dengan tetangga barunya
seorang pasangan yang memiliki dua anak, dan perempuannya juga sedang hamil. Percobaan
bunuh diri Ove, banyak digagalkan oleh tetangganya tersebut, Ove sangat kesal
dan tidak menaruh perhatian pada tetangganya. Namun, dengan kecuekan dan
kesinisan Ove kepada tetangganya, Ove tetap mau membantu ketika tetangganya
tersebut meminta bantuan kepadanya.
Ove seseorang yang banyak tidak disukai orang sekitar, karena
kebanyakan orang yang melihat Ove hanya pada satu sisi Ove, ia hanyalah
laki-laki yang kehilangan semua yang berharga dari dirinya, apa yang menjadi
alasannya untuk tetap hidup dan terus berjuang telah meninggalkannya, maka ia
menjadi seseorang yang sensitif dan tempramental.
Bagaimana Ove adalah gambaran orang dengan dua sisi, ia
begitu lembut dan penuh kasih sayang di depan istrinya, dan begitu dingin di
depan orang lain. Pada kenyataannya Ove bukanlah laki-laki yang apatis, Ove
hanya tidak bisa mengungkapkan kasih sayangnya kepada orang lain, istrinya lah
yang mengerti bahwa suaminya tersebut begitu penuh dengan cinta.
Kisah hidup Ove banyak memberikan pelajaran terkait dedikasi
sebuah cinta, ia begitu mencintai istrinya memberikan semuanya untuk orang yang
ia sayangi, Ove adalah seseorang yang hidup untuk orang lain, bukan seperti
gambaran orang lain terhadapnya yaitu menyebalkan dan tempramental.
Ove seseorang yang tulus namun harus dihadapkan pada
kenyataan hidup yang selalu menyakitkan, ia dapat bangkit dari semua masalah
hidupnya karena berjuang untuk orang yang ia cintai. Tentu sangat berbeda
dengan cinta yang digembor-gemborkan pemuda-pemudi
zaman sekarang, yang menggunakan cinta hanya sekedar ucapan semata.
Karena prinsip hidup Ove, perkataan tidak penting dan yang
terpenting adalah perbuatan. Berbanding terbalik dengan laki-laki sekarang yang
banyak berkata, minim pembuktian. Terlihat dari banyaknya kasus-kasus mengenai
hubungan remaja yang berakhir dengan seks bebas dan lari dari tanggung jawab.
Dulu cinta adalah sebuah rasa sayang terhadap orang lain, dan
digunakan untuk saling membahagiakan memberikan sesuatu tidak hanya sekedar
fisik, namun persatuan antar jiwa manusia. Cinta adalah sesuatu yang sakral
tidak mudah untuk diucapkan untuk sembarang orang, diucapkan oleh seseorang
yang menaruh hati begitu dalam dan berniat untuk berjanji membahagiakan seumur
hidup.

0 komentar:
Posting Komentar