Kamis, 29 Agustus 2019

Bodoh

Entahlah aku tidak mengerti bagaimana hariku. Semua adalah asing, aku sendiri disini tidak baik-baik saja. Aku kesal, sebenarnya aku juga tidak pantas kesal. Aku ingin sedikit cerita, Apakah menjadi pintar itu sesuatu yang memalukan? Apakah dengan memiliki kemampuan yang lebih dari rata-rata itu adalah hanya sebuah keberuntungan?. Aku tidak mengerti jalan pikiran salah satu temanku, sebelumnya mungkin aku yang kurang memahami dia. Tapi entahlah aku tidak mengerti jalan pikirannya, kenapa dia selalu kesal ketika dianggap cerdas? kenapa dia selalu menganggap dirinya paling bodoh, padahal kenyataannya dia yang selalu juara, aku tidak mengerti definisi bodoh yang dia pahami seperti apa? Aku juga tidak mengerti bagaimana menghadapi kekesalanku dengan dia. 

Kenapa sih padahal kalau dari perspektif aku dia yang paling pintar tapi dia merasa paling bodoh? Bodoh definisi yang seperti bagaimana maksudnya itu? memang ayahku pernah bilang kalu orang cerdas itu selalu merasa kurang dan merasa bodoh karena setiap ilmu yang dipelajari selalu saja ada ilmu-ilmu baru didalamnya, katanya ayahku karena itulah orang cerdas selalu ingin belajar dan belajar. Tapi dia selalu bilang bodoh kalau ditanya? diajak diskusi masalah tujuan selalu bilang hoki. Sebenernya dia bodoh atau alibi untuk hal lain?

Aku selalu memandang hidup ini adalah perjuangan, siapa yang berjuang lebih keras serta lebih mengerti apa esensi dari hidup ini sesunggunya ialah yang menang, menurutku hoki adalah keberuntungan atau bonus dari Tuhan, kenapa aku bilang bonus karena tidak selalu kita bisa mendapatkan kehokian  dalam hidup seperti bonus mana mungkin dapat setiap hari. Usaha tidak hanya yang terlihat karena usaha banyak bentuknya seperti berbakti kepada orantua itu kan juga bagian dari usaha dalam hidup, tapi kadang sering tidak terlihat dan disepelekan. Kadang apa-apa yang kau kira hoki tapi sebenarnya itu adalah hasil dari do'a dan usahamu yang dulu lama mungkin diberikan pada waktu yang tepat dan sekarang baru merasakan tapi kamu tidak sadar, karena sebenarnya seberapapun usahamu pasti ada hasilnya.

Lantas untuk apa sih belaga menjadi bodoh padahal mengerti. Karena ini aku merasa belaga bodohmu hanya untuk membodoh-bodohi orang yang kurang mengerti darimu, contohnya aku betapa aku merasa dibodohi dia contohnya ketika saat ngobrol sebenarnya kamu sudah mengerti tapi selalu merasa tidak tahu apa-apa dengan polosnya aku menjelaskannya ke dia dan caraku yang seperti mengajarkan dan terkesan omonganku lewat saja. Aku ngetik seperti ini juga karena kesal merasa dibodohi selama ini.

Karena seperti merendah untuk meroket. Seperti ada orang yang bilang "aduh aku gak bisa selama ini kuliah" tapi kenyataannya ip 4 terus maksudnya apa sih sebenarnya? Kenapa sih ga jujur saja, ya bukan niat sombong semisal kalau memang bisa kenapa tidak menjawab bisa.
Share:

1 komentar: