Minggu, 29 September 2019

Midah Simanis Bergigi Emas





Judul : Midah Simanis Bergigi Emas
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Tahun Terbit : 2003
Tebal : 134 hlm
ISBN : 979-97312-7-5

Midah adalah anak dari seorang Haji yang bernama Abdul yang kaya raya dan terpandang di kampungnya serta dikenal taat beribadah, sejak kecil dia dimanja oleh orang tuanya, namun ketika dia  berumur 9 tahun dan memiliki adik perlakuan orang tuanya berubah. Midah tidak lagi menjadi satu-satunya anak yang disayang, orangtuanya lebih memperhatikan adik-adiknya. Midah mulai mencari kebahagiaan diluar pertama pulang telat Midah takut akan dimarahi orang tuanya, tapi ternyata orang tua midah tidak perduli akan keberadaan Midah karena adiknya. Midah semakin hari semakin senang dengan dunia jalanan yang bebas, sampai suatu ketika ia bertemu sekelompok pemusik keroncong, karena ketertarikannya Midah membeli kaset untuk di dengarkan di rumahnya, namun ayahnya marah besar saat mengetahui Midah menyanyi musik keroncong bukan musik arab, ayahnya menganggap itu suatu dosa besar, karena kemarahannya ayah Midah menghancurkan kasetnya, Midah sangat kesal dan sakit hati dengan perlakuan ayahnya kepadanya, lalu Midah dinikahkan dengan seorang yang dianggap sholeh dan terpandang serta berasal dari Cibatok yaitu Haji Terbus, namun setelah menikah kehidupan Midah semakin terpuruk keluarganya menjadi berantakan.

Pramoedya dengan novel ini memberikan gambaran kehidupan seorang yang alim dan rajin ibadah, seperti Haji Abdul dan Haji Terbus namun melupakan moralitas dan kemanusiaan, digambarkan orang yang baik hanya dinilai dari banyaknya uang dan ibadah yang dilakukan. Di sisi lain menggambarkan seorang perempuan yang kuat berjuang atas kehidupan dan anaknya melewati batas-batas anggapan yang ada di masyarakat, seseorang perempuan yang tumbuh di keluarga alim namun menjadi perempuan jalanan karena ayahnya yang lalim dan suami patriarkinya. Memang Midah kalah dengan moral dengan menjadi penyanyi jalanan dan pelacur.Midah adalah gambaran perempuan yang kuat melewati kerasnya kehidupan yang tak bisa dikalahkan oleh apapun.


Share:

Jumat, 20 September 2019

Perempuan di Titik Nol




Judul Buku : Perempuan di Titik Nol
Penulis : Nawal el - Saadawi
Penerjemah : Amir Sutaarga
Pengantar : Mochtar Lubis
Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Ketebalan buku : 176 Halaman
Tahun Terbit : 2018

Firdaus adalah seorang perempuan yang dipenjara di Penjara Qanatir dan divonis gantung karena telah membunuh seorang pria yaitu germo. Diakhir hidupnya sebelum meninggal ia sempat menceritakan lika-liku kehidupannya kepada seorang dokter wanita yang menunjunginya untuk penelitiannya. Tidak mudah untuk dapat bebicara dengan Firdaus karena ia selalu menolak setiap orang yang mengun junginya, tapi pada akhirnya Firdaus mau berbicara dan menceritakan kehidupannya sehari sebelum eksekusi hukuman mati dirinya.

Firdaus lahir dari keluarga  miskin ayahnya seorang petani, ayahnya memiliki sifat yang buruk kepada keluarganya, suka memukul jika ibu atau anggota keluarga yang lain salah dan mementingkan dirinya sendiri, gambaran ayah difikiran Firdaus seperti itu tapi pada kenyataannya ia lahir tidak punya ayah, pernah pada suatu ketika ia bertanya pada ibunya, tapi malah ia dihukum. Setiap hari kegiatan Firdaus adalah pergi ke ladang, mengangkat air dan membuat adonan tepung, Firdaus memiliki paman dan sangat dekat dengan pamannya, ia sangat sedih saat mengetahui pamannya harus pergi meninggalkannya untuk ke El- Azhar Kairo dan harus menikah.

Saat sekolah menengah Firdaus tinggal bersama pamannya. Disana ia serumah dengan istrinya juga, karena istri pamannya tidak suka, maka pamanya membawa pindah Firdaus untuk tinggal di asrama sekolah disana ia memiliki teman bernama Wafeya yang selalu mendengarkannya. Setelah lulus sekolah Firdaus dinikahkan oleh seorang kakek tua yang kasar hingga akhirnya ia memutuskan keluar dari rumah, namun kenyataannya dunia jalanan tidak mudah. Firdaus banyak mengalami banyak kejadian ia belajar tentang cinta dan kesepian, dan suatu hal yang dapat membuatnya menjadi pelacur kelas atas di Kairo.







Share:

Rabu, 11 September 2019

Jalan Tidak Ada Ujung





 Judul                   : Jalan Tak Ada Ujung
Jenis Buku           : Novel
Penulis                 : Mochtar Lubis
ISBN                   : 978-974-461-980-3
Penerbit               : Yayasan Pusat Obor Indonesia
Tebal                   : 168 halaman

Guru Isa adalah seorang guru Rakyat di Tanah Abang, memiliki jiwa lembut, penyuka musik dan dikenal baik oleh masyarakat dia juga tidak menyukai kekerasan. Guru Isa memiliki sifat yang penakut terutama terhadap kekerasan dia tidak suka ketika melihat kekejaman tentara Jepang.

Guru Isa memiliki istri bernama Fatimah dan anak angkat yang bernama Saleh, karena memiliki ketakutan yang berlebihan menyebabkan diri dari Guru Isa menjadi lemah, akibatnya semenjak enam bulan setelah pernikahanya guru Isa tidak bisa melaksanakan tugasnya sebagai suami.
Pernah guru Isa saat hendak berangkat ke sekolah berpapasan dengan sekelompok ubel-ubel serdadu NICA karena ketakutan dia berlari dan bersembunyi di salah satu rumah, kemudian secara langsung guru Isa melihat wanita Tionghoa dibunuh, guru Isa semakin ketakutan dan merasa paling kalah sendiri.

Guru Isa memiliki murid music bernama Hazil, Hazil sering berkunjung ke rumah guru Isa untuk belajar  musik. Hazil adalah sesosok pemuda yang pemberani dan memiliki semangat memperjuangkan kemerdekaan, sifatnya berlawanan dengan guru Isa yang penakut. Hazil mengajak guru Isa untuk mengikuti gerakan perjuangan disana bertemu dengan Rahmad. Mereka bertiga berjuang bersama.
Hazil sering mengunjungi rumah guru Isa, pada suatu ketika guru Isa jatuh sakit. Hazil yang sering ke rumah guru Isa bertemu dengan Fatimah istri guru Isa.

Share:

Selasa, 03 September 2019

Waktu

          Waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung, itulah definisi waktu yang aku ketahui dari KBBI. Manusia sangat terikat oleh waktu, waktu terus berjalan setiap saat. Semua peristiwa terjadi berurutan waktu. Karena waktu ada masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Masalalu adalah waktu yang sudah terlewat dan selalu mempunyai cerita untuk dikenang, cerita di dalamnya tergantung dari diri kita bagaimana cara mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin. Setiap detiknya bisa sangat berharga jika kita bisa memaknai waktu yang telah berjalan tersebut, namun akan terasa hampa jika kita tidak bisa memaknai dan menghargai setiap waktu yang kita habiskan. 

          Aku mengerti akan sangat berharganya setiap detik waktu yang telah aku lalui sekarang. Karena apa yang aku lakukan sekarang akan menentukan bagaimana aku dimasa depan, lantas kenapa kita suka mengabaikan setiap detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun waktu yang telah diberikan Tuhan untuk kita. Aku sendiri sadar telah banyak waktuku yang telah berlalu begitu saja.

         Kadang pernahkah kalian berpikir setiap waktu yang diberikan Tuhan untuk kita mempunyai tujuan dan makna tersendiri. Tapi aku merasa masih saja lalai dalam mempergunakan waktu, seringkali aku mempergunakan waktuku untuk hal yang tidak bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Waktu dihidupku berlalu begitu saja tanpa pernah aku sadari tanpa pernah aku maknai setiap kejadian yang terjadi dihidupku, sampai kadang aku merasa hidup bosan dan begini-begini saja. Padahal jika aku memikirkannya sekali lagi aku lah sebenarnya yang tidak bisa menggunakan waktuku sebaik mungkin dan tidak pernah bisa mencari arti sesungguhnya segala kejadian yang telah terjadi dihidupku.

          Pernahkah kalian memikirkan berapa banyak waktu yang telah kita buang sia-sia, yang seharusnya bisa kita gunakan untuk hal yang bermanfaat. Jika kita sekarang menjalani hidup begini-begini saja tanpa melakukan hal yang luar biasa atau melakukan kebiasaan-kebiasaan yang berguna maka jangan harap masa depan akan bersikap baik dengan hidup kita. Karena setiap detik hal yang kita lakukan sekarang akan menentukan masa depan kita kelak, bayangkan jika kita selalu mempergun akan waktu dengan sebaik mungkin pasti dimasa depan tidak akan terjadi penyesalan dari dalam diri kita atas apa yang kita dapatkan dimasa depan, tapi sebaliknya jika kita gemar membuanng-buang waktu maka pasti nanti akan ada kalimat-kalimat penyesalan yang terlontar dari diri kita contohnya "Kenapa aku dulu tidak melakukan hal ini?" atau "Kenapa aku dulu suka malas-malasan?". Karena jika kita selalu melakukan hal sepenuh hati dan dengan usaha yang maksimal maka apapun hasilnya tidak ada penyesalan yang terjadi karena hasil tidak akan menghianati usaha.

          Aku sekarang masih bbelajar agar tetap selalu mempergunakan waktuku dengan hal-hal yang berguna bagi diriku sendiri maupun orang lain. Aku tidak mau kelak ada penyesalan dari diriku dimasa depanku nanti. Aku ingin menyambut masa depan dengan rasa bangga dengan apa yang telah diriku lakukan. Maka resapi dan pahami setiap waktu yang telah kita lewati. Setiap hal memiliki cerita untuk dikenang, semua tergantung dari diri kita sendiri bagaimana cara menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup ini. 

          Jika kita mengerti maka nanti jika kita melihat masa lalu maka kita bisa merasa bersyukur atas semua kejadian yang telah terjadi, entah itu peristiwa yang membuat tersenyum atau pun membuat kita meneteskan air mata karena sedih atau pun terharu. Mengingat setiap saat kita menghabiskan waktu dengan siapa saja. Seseorang yang membuat kita lebih baik atau pun seseorang yang telah memberikan kita pelajaran yang berharga, membuat kita mengerti bagaimana kompleksnya manusia. Maka hargailah setiap waktumu yang masih ada, kita tidak mengerti kapan nikmat waktu yang kita miliki tersebut diambil dari kita.
Share:

Senin, 02 September 2019

Play Victim


‘’Kenapa kok aku?’’. ‘’Kenapa ini semua harus terjadi padaku?’’. Kadang kata-kata itu sering kita dengar dari diri sendiri atau orang lain disekitar kita. Kenapa kata-kata itu harus keluar? Apa sih sebenarnya alasannya? Kita tidak sadar seringkali mengatakan hal seperti itu, padahal kalo kita mendengarkan itu dari teman atau orang sekitar pasti agak jengkel rasanya, terus berpikir mereka play victim tapi sadarkah kita bahwa kadang diri kita sendiri yang merasa play victim. Sebenarnya apa sih play victim itu? Yaitu merasa menjadi korban atau pihak yang paling tersakiti dan mencoba mencari simpati. Sebenernya tanpa sadar kita sering melakukan play victim setiap hari, contohnya ketika mendapat kesulitan dalam hidup seringkali kita merasa bahwa kesulitan itu hanya kita yang rasakan dan menyebabkan timbulnya rasa mengeluh yang biasanya orang jawa bilang sambat. Selain membuat diri mengeluh perasaan ini juga menyebabkan timbulnya rasa kurang bersyukur karena selalu merasa paling kurang diantara yang lain.

Karena merasa korban kamu juga akan merasa paling tersakiti dan juga menyalahkan orang lain atas kejadian yang menimpamu selain itu menjadikan dirimu susah minta maaf dan haus akan maaf dari orang lain. Padahal pemikiran tersebut kurang benar untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari seharusnya jika ada suatu hal yang tidak mengenakkan, pertama yang harus kamu lakukan yaitu intropeksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Kita harus benar-benar tahu apa yang salah dari diri kita sehingga hal yang tidak enak menimpa kita. Kita harus lebih mengenal diri kita sendiri dengan baik agar tidak mudah menyalakan orang lain atas hal yang sebenarnya inti permasalahan berada pada diri kita sendiri.

Sebenarnya apa sih yang harus dilakukan agar dapat menghindari sifat diatas. Pertama kita harus benar-benar mengerti diri kita sendiri, kebutuhan apa yang perlu, dan juga hal negatif apa yang harus disingkirkan dari diri kita. Selanjutnya harus bisa menerima kenyataan apa yang terjadi dan percaya pada apapun yang terjadi pada diri kita memang semestinya terjadi kita tidak bisa merubah masa lalu tapi setidaknya kita dapat memperbaiki dan mencoba belajar dari kesalahan. Kita juga harus sadar bahwa permasalahan yang terjadi di dunia nyata ini sangat kompleks, dan tidak hanya kita yang merasakan kesulitan. Kita harus bisa melihat secara luas kenyataan yang terjadi banyak orang yang lebuh kurang beruntung, jika kita sadar akan itu pasti kita dapat lebih bersyukur dan terhindar dari sifat play victim.

Share: