Judul : Midah Simanis Bergigi Emas
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera Dipantara
Tahun Terbit : 2003
Tebal : 134 hlm
ISBN : 979-97312-7-5
Midah adalah anak dari
seorang Haji yang bernama Abdul yang kaya raya dan terpandang di kampungnya
serta dikenal taat beribadah, sejak kecil dia dimanja oleh orang tuanya, namun
ketika dia berumur 9 tahun dan memiliki
adik perlakuan orang tuanya berubah. Midah tidak lagi menjadi satu-satunya anak
yang disayang, orangtuanya lebih memperhatikan adik-adiknya. Midah mulai
mencari kebahagiaan diluar pertama pulang telat Midah takut akan dimarahi orang
tuanya, tapi ternyata orang tua midah tidak perduli akan keberadaan Midah
karena adiknya. Midah semakin hari semakin senang dengan dunia jalanan yang
bebas, sampai suatu ketika ia bertemu sekelompok pemusik keroncong, karena
ketertarikannya Midah membeli kaset untuk di dengarkan di rumahnya, namun
ayahnya marah besar saat mengetahui Midah menyanyi musik keroncong bukan musik
arab, ayahnya menganggap itu suatu dosa besar, karena kemarahannya ayah Midah
menghancurkan kasetnya, Midah sangat kesal dan sakit hati dengan perlakuan
ayahnya kepadanya, lalu Midah dinikahkan dengan seorang yang dianggap sholeh
dan terpandang serta berasal dari Cibatok yaitu Haji Terbus, namun setelah menikah
kehidupan Midah semakin terpuruk keluarganya menjadi berantakan.
Pramoedya dengan novel ini memberikan gambaran kehidupan seorang yang alim dan rajin ibadah, seperti Haji Abdul dan Haji Terbus namun melupakan moralitas dan kemanusiaan, digambarkan orang yang baik hanya dinilai dari banyaknya uang dan ibadah yang dilakukan. Di sisi lain menggambarkan seorang perempuan yang kuat berjuang atas kehidupan dan anaknya melewati batas-batas anggapan yang ada di masyarakat, seseorang perempuan yang tumbuh di keluarga alim namun menjadi perempuan jalanan karena ayahnya yang lalim dan suami patriarkinya. Memang Midah kalah dengan moral dengan menjadi penyanyi jalanan dan pelacur.Midah adalah gambaran perempuan yang kuat melewati kerasnya kehidupan yang tak bisa dikalahkan oleh apapun.
Pramoedya dengan novel ini memberikan gambaran kehidupan seorang yang alim dan rajin ibadah, seperti Haji Abdul dan Haji Terbus namun melupakan moralitas dan kemanusiaan, digambarkan orang yang baik hanya dinilai dari banyaknya uang dan ibadah yang dilakukan. Di sisi lain menggambarkan seorang perempuan yang kuat berjuang atas kehidupan dan anaknya melewati batas-batas anggapan yang ada di masyarakat, seseorang perempuan yang tumbuh di keluarga alim namun menjadi perempuan jalanan karena ayahnya yang lalim dan suami patriarkinya. Memang Midah kalah dengan moral dengan menjadi penyanyi jalanan dan pelacur.Midah adalah gambaran perempuan yang kuat melewati kerasnya kehidupan yang tak bisa dikalahkan oleh apapun.

coba diperdalam lagi ya, suatu topik yang sekiranya masih relevan saat ni.
BalasHapus